Selamat datang di blog gue bro

Arsip

Diriku

Foto saya
Probolinggo, Probolinggo/Jawa Timur, Indonesia
Assalamualaikum Wr Wb, school at SMA Negeri 1 Probolinggo

Kamis, 31 Oktober 2013

ESAI DAN ANALISISNYA
Kecemasan Siswa Terhadap Perubahan Sistem Ujian Nasional dan SNMPTN Mempengaruhi Mental Siswa Menuju UN 2013

            Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa. Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP. Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju cita-cita.
Mengingat pelajar SMA tidak mungkin hanya mengandalkan kodisi fisiknya untuk menghadapi ujian nasional. Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi? Tentu saja bukan hanya satu jawaban yang akan di sebutkan. Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing. Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis. Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.
Mengingat banyaknya perubahan-perubahan yang dilakukan untuk UN dan SMNPTN yang secara tiba-tiba berubah secara derastis maka timbulah tingkat kepercayaan diri para pelajar menurun dalam menghadapi UN. Padahal seharusnya para pelajar SMA harus meningkatkan efektifitas belajarnya. Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  




ANALISIS ESAI
TOPIK : Pembicaraan Publik
Pendapat Penulis :

·          Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa
·         Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing.
·         Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis.
·         Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  
·         Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi?

Fakta :
·         Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
·         Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju cita-cita.
·         Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
·         Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.

Perasaan :
·         Was-was / Cemas : Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
·         Takut : Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
·         Optimis : sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar