ESAI DAN ANALISISNYA
Kecemasan Siswa Terhadap Perubahan
Sistem Ujian Nasional dan SNMPTN Mempengaruhi Mental Siswa Menuju UN 2013
Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan
mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa. Ujian nasional ini merupakan
ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti
ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA
sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku
sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu
mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju
cita-cita.
Mengingat
pelajar SMA tidak mungkin hanya mengandalkan kodisi fisiknya untuk menghadapi
ujian nasional. Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan
menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara
bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi? Tentu saja
bukan hanya satu jawaban yang akan di sebutkan. Sebagaimana yang telah
disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan
yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun
2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya
peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah
pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena
keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus
membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
Meningkatnya
tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah
lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi
dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa
pusing. Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah
lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis. Karena pola penerimaan
perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para
pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena
SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.
Mengingat
banyaknya perubahan-perubahan yang dilakukan untuk UN dan SMNPTN yang secara
tiba-tiba berubah secara derastis maka timbulah tingkat kepercayaan diri para
pelajar menurun dalam menghadapi UN. Padahal seharusnya para pelajar SMA harus
meningkatkan efektifitas belajarnya. Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun
tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap.
Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan
yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri
untuk menjadi disiplin.
ANALISIS ESAI
TOPIK : Pembicaraan Publik
Pendapat Penulis :
·
Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang
beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa
·
Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan
hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan
tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi
pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing.
·
Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah
satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis.
·
Namun, bisa
saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan
UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya
para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah
diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk
menjadi disiplin.
·
Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa
akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi
secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi?
Fakta :
·
Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA
untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk
siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan
bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena
itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
·
Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan”
oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan
sebagai jembatan menuju cita-cita.
·
Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar
maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat
dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian
nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan
tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara
bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa
“was-was”.
·
Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN,
30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam
SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun
lalu.
Perasaan :
·
Was-was / Cemas
: Kecemasan
tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara
bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa
“was-was”.
·
Takut : Sebagaimana
yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem
peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012,
di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
·
Optimis : sebaiknya para
pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan
karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi
disiplin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar