Selamat datang di blog gue bro

Arsip

Diriku

Foto saya
Probolinggo, Probolinggo/Jawa Timur, Indonesia
Assalamualaikum Wr Wb, school at SMA Negeri 1 Probolinggo

Kamis, 31 Oktober 2013

KUMPULAN HADIST FREE DOWNLOAD



Kumpulan hadist yang free untuk di download


Manfaat mendengarkan dan menjawab ADZAN
Seringkali kita berlaku biasa-biasa saja pada saat adzan sedang berkumandang. Apabila kita sedang menonton TV, kita terus saja sibuk menonton TV. Kalau kita sedang ngobrol, kita teruskan saja obrolan kita. Kalau kita sedang sibuk rapat di kantor, kita teruskan saja rapat tersebut. Jika kita sedang pelatihan, kita teruskan saja acara pelatihan tersebut. Sehingga adzan berkumandang laksana ”anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Padahal sudah barang tentu kalimat adzan tidaklah sama dengan gonggongan anjing.

Kalimat adzan adalah kalimat suci yang mengandung panggilan atau ajakan agar setiap orang yang mendengarnya segera menyambutnya. Ia mengandung ajakan agar kita segera meninggalkan segenap kesibukan duniawi kita untuk memenuhi panggilan Allah Subhaanahu wa ta’aala. Lalu sejenak menyisihkan waktu untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa ta’aaladalam bentuk mengingatNya melalui ibadah sholat.
Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan surga bagi orang yang saat adzan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespons panggilan adzan tersebut. Bukankah ini suatu hal yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muadzin sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. SubhaanAllah...!
Lengkapnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda sebagai berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (مسلم)
“Apabila muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ lalu salah seorang dari kalian menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala ash-Sholah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala al-Falah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ dia menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’ La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’ La Ilaha Illallah, ’ (dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga.” (HR Muslim 2/328)
Bahkan lebih jauh daripada itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan akan memberisyafaat kepada siapapun yang sesudah adzan membaca doa yang di dalamnya mengandung permohonan agar Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ditempatkan di al-wasilah (derajat tertinggi di surga). Beliau bersabda sebagai berikut:
إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ (مسلم)
“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-wasilah (kedudukan tinggi) kepada Allah untukku karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barangsiapa memohon al-wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat.” (HR Muslim 2/327)
Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapapun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh-sungguh panggilan adzan saat berkumandang. Menjawabnya kalimat demi kalimat lalu diakhiri dengan mendoakan al-wasilah bagi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Adapun kalimat doa yang dibaca sesudah adzan adalah sebagai berikut:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ
آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ (البخاري)
“Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan, ’Ya Allah Rabb panggilan yang sempurna (adzan) dan sholat wajib yang didirikan, berikanlah wasilah (derajat yang tinggi di surga) dan fadhilah (kedudukan yang mulia) kepada Nabi Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya’; niscaya dia berhak meraih syafa’atku pada hari Kiamat.” (HR Bukhary 2/481)
Maka sudah barang tentu sempurnanya amalan menjawab adzan ini ialah dengan segera berwudhu lalu bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat adzan berkumandang. Ya Allah, terimalah segenap amal sholeh dan amal ibadah kami. Amin.
ESAI DAN ANALISISNYA
Kecemasan Siswa Terhadap Perubahan Sistem Ujian Nasional dan SNMPTN Mempengaruhi Mental Siswa Menuju UN 2013

            Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa. Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP. Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju cita-cita.
Mengingat pelajar SMA tidak mungkin hanya mengandalkan kodisi fisiknya untuk menghadapi ujian nasional. Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi? Tentu saja bukan hanya satu jawaban yang akan di sebutkan. Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing. Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis. Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.
Mengingat banyaknya perubahan-perubahan yang dilakukan untuk UN dan SMNPTN yang secara tiba-tiba berubah secara derastis maka timbulah tingkat kepercayaan diri para pelajar menurun dalam menghadapi UN. Padahal seharusnya para pelajar SMA harus meningkatkan efektifitas belajarnya. Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  




ANALISIS ESAI
TOPIK : Pembicaraan Publik
Pendapat Penulis :

·          Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa
·         Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing.
·         Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis.
·         Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  
·         Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi?

Fakta :
·         Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
·         Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju cita-cita.
·         Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
·         Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.

Perasaan :
·         Was-was / Cemas : Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
·         Takut : Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
·         Optimis : sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  


Awas, Pacaran Itu Berbahaya!

Saat saya kelas 1 SMA lalu saya sempat suka dengan seseorang wanita yang manis dikelas. Saya sangat suka dengan wanita itu, bahkan saya mengeluarkan uang yang lumayan untuk membeli coklat dan membayarkan buku sekolahnya, itu semua diluar sepengetahuannya. Akan tetapi ternyata dia jadian sama orang lain. Saat itu hati saya lumayan sakit, karena seseorang yang saya cintai pergi dengan orang lain.

Mungkin cerita diatas banyak dialami para remaja-remaja yang sedang mencari cinta sejati dengan pacaran. Setelah kejadian itu saya makin rajin twitteran dan saya banyak-banyak memfollow orang-orang yang ilmu agamanya lebih dalam dari saya.

Dan setelah saya baca-baca TimLine Twitter saya bahwa pacaran itu hukumnya haram.
“Loh, kenapa haram ? bukannya pacaran itu agar kita bisa memilih pasangan yang cocok buat kita ?”
Pacaran itu tidak dibolehkan karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan Dalam Al-Qur’an juga tak ada ajaran pacaran untuk mencari pasangan yang tepat.

Ada satu peraturan dari Allah yang sering kita lupakan bahwa menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim itu haram. Dan mari kita cocokkan dengan kenapa pacaran itu haram. Bagaimana menurut para pembaca ? mungkin aturan itu sering kita lupakan, apalagi para remaja dan tentunya saya juga, saat ini saya sedang mencoba untuk mematuhi aturan yang sering saya lupakan itu.

Pacaran itu sebenarnya hanya nafsu, kalau memang cinta kenapa tidak langsung menikah ? kenapa takut untuk menikah ? kalau belum bisa menikah lebih baik berpuasalah. Cobalah baca hadits dibawah.

Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (secara fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat meredam (syahwat)."

Nah, sudah jelaskan kenapa pacaran itu haram. Coba di ingat satu peraturan Allah diatas yang sering kita lupakan, yang diajarkan Rasulullah kepada kita untuk memilih pacaran itu bukanlah pacaran, tetapi yang diajarkan oleh Rasulullah adalah Ta’aruf.

Ta’aruf beda dengan pacaran, coba kita baca pengertian ta’aruf dibawah ini yang saya kutip dari Wikipedia:

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengena.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Nah, itu lah pengertian dari ta’aruf.
Bagaimana para pembaca sekalian ? apakah masih mau pacaran ?
Lebih takut diejek oleh temen karena gak punya pacar atau takut sama Allah ?
Kalau takut sama Allah, maka laksanakan perintah-Nya dan jauhi Larangan-Nya.
Saya juga sedang berusaha untuk tidak tergoda oleh setan setan yang bisa menjerumuskan saya kedalam dosa maksiat. Mari kita dekatkan diri kepada Allah lebih dekat lagi.
Do’akan saya juga ya, Aamiin….