Diriku
- Moch. Ardi Wahyu I
- Probolinggo, Probolinggo/Jawa Timur, Indonesia
- Assalamualaikum Wr Wb, school at SMA Negeri 1 Probolinggo
Kamis, 31 Oktober 2013
Manfaat mendengarkan dan menjawab ADZAN
Seringkali kita berlaku biasa-biasa saja pada saat adzan sedang berkumandang. Apabila kita sedang menonton TV, kita terus saja sibuk menonton TV. Kalau kita sedang ngobrol, kita teruskan saja obrolan kita. Kalau kita sedang sibuk rapat di kantor, kita teruskan saja rapat tersebut. Jika kita sedang pelatihan, kita teruskan saja acara pelatihan tersebut. Sehingga adzan berkumandang laksana ”anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Padahal sudah barang tentu kalimat adzan tidaklah sama dengan gonggongan anjing.
Kalimat adzan adalah kalimat suci yang mengandung panggilan atau ajakan agar setiap orang yang mendengarnya segera menyambutnya. Ia mengandung ajakan agar kita segera meninggalkan segenap kesibukan duniawi kita untuk memenuhi panggilan Allah Subhaanahu wa ta’aala. Lalu sejenak menyisihkan waktu untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa ta’aaladalam bentuk mengingatNya melalui ibadah sholat.
Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan surga bagi orang yang saat adzan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespons panggilan adzan tersebut. Bukankah ini suatu hal yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muadzin sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. SubhaanAllah...!
Lengkapnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda sebagai berikut:
Bahkan lebih jauh daripada itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan akan memberisyafaat kepada siapapun yang sesudah adzan membaca doa yang di dalamnya mengandung permohonan agar Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ditempatkan di al-wasilah (derajat tertinggi di surga). Beliau bersabda sebagai berikut:
Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapapun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh-sungguh panggilan adzan saat berkumandang. Menjawabnya kalimat demi kalimat lalu diakhiri dengan mendoakan al-wasilah bagi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Adapun kalimat doa yang dibaca sesudah adzan adalah sebagai berikut:
Maka sudah barang tentu sempurnanya amalan menjawab adzan ini ialah dengan segera berwudhu lalu bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat adzan berkumandang. Ya Allah, terimalah segenap amal sholeh dan amal ibadah kami. Amin.
Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan surga bagi orang yang saat adzan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespons panggilan adzan tersebut. Bukankah ini suatu hal yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muadzin sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. SubhaanAllah...!
Lengkapnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda sebagai berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (مسلم)
“Apabila muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ lalu salah seorang dari kalian menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala ash-Sholah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala al-Falah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ dia menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’ La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’ La Ilaha Illallah, ’ (dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga.” (HR Muslim 2/328)Bahkan lebih jauh daripada itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan akan memberisyafaat kepada siapapun yang sesudah adzan membaca doa yang di dalamnya mengandung permohonan agar Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ditempatkan di al-wasilah (derajat tertinggi di surga). Beliau bersabda sebagai berikut:
إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ (مسلم)
“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-wasilah (kedudukan tinggi) kepada Allah untukku karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barangsiapa memohon al-wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat.” (HR Muslim 2/327)Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapapun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh-sungguh panggilan adzan saat berkumandang. Menjawabnya kalimat demi kalimat lalu diakhiri dengan mendoakan al-wasilah bagi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Adapun kalimat doa yang dibaca sesudah adzan adalah sebagai berikut:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ
آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ (البخاري)
“Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan, ’Ya Allah Rabb panggilan yang sempurna (adzan) dan sholat wajib yang didirikan, berikanlah wasilah (derajat yang tinggi di surga) dan fadhilah (kedudukan yang mulia) kepada Nabi Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya’; niscaya dia berhak meraih syafa’atku pada hari Kiamat.” (HR Bukhary 2/481)اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ
آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ (البخاري)
Maka sudah barang tentu sempurnanya amalan menjawab adzan ini ialah dengan segera berwudhu lalu bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat adzan berkumandang. Ya Allah, terimalah segenap amal sholeh dan amal ibadah kami. Amin.
ESAI DAN ANALISISNYA
Kecemasan Siswa Terhadap Perubahan
Sistem Ujian Nasional dan SNMPTN Mempengaruhi Mental Siswa Menuju UN 2013
Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan
mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa. Ujian nasional ini merupakan
ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti
ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA
sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku
sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu
mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju
cita-cita.
Mengingat
pelajar SMA tidak mungkin hanya mengandalkan kodisi fisiknya untuk menghadapi
ujian nasional. Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan
menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara
bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi? Tentu saja
bukan hanya satu jawaban yang akan di sebutkan. Sebagaimana yang telah
disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan
yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun
2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya
peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah
pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena
keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus
membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
Meningkatnya
tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah
lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi
dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa
pusing. Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah
lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis. Karena pola penerimaan
perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para
pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena
SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.
Mengingat
banyaknya perubahan-perubahan yang dilakukan untuk UN dan SMNPTN yang secara
tiba-tiba berubah secara derastis maka timbulah tingkat kepercayaan diri para
pelajar menurun dalam menghadapi UN. Padahal seharusnya para pelajar SMA harus
meningkatkan efektifitas belajarnya. Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun
tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap.
Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan
yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri
untuk menjadi disiplin.
ANALISIS ESAI
TOPIK : Pembicaraan Publik
Pendapat Penulis :
·
Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang
beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa
·
Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan
hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan
tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi
pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing.
·
Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah
satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis.
·
Namun, bisa
saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan
UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya
para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah
diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk
menjadi disiplin.
·
Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa
akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi
secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi?
Fakta :
·
Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA
untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk
siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan
bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena
itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
·
Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan”
oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan
sebagai jembatan menuju cita-cita.
·
Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar
maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat
dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian
nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan
tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara
bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa
“was-was”.
·
Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN,
30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam
SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun
lalu.
Perasaan :
·
Was-was / Cemas
: Kecemasan
tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara
bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa
“was-was”.
·
Takut : Sebagaimana
yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem
peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012,
di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
·
Optimis : sebaiknya para
pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan
karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi
disiplin.
Saat saya kelas 1 SMA lalu saya sempat suka dengan seseorang wanita yang manis dikelas. Saya sangat suka dengan wanita itu, bahkan saya mengeluarkan uang yang lumayan untuk membeli coklat dan membayarkan buku sekolahnya, itu semua diluar sepengetahuannya. Akan tetapi ternyata dia jadian sama orang lain. Saat itu hati saya lumayan sakit, karena seseorang yang saya cintai pergi dengan orang lain.
Ta’aruf beda dengan pacaran, coba kita baca pengertian ta’aruf dibawah ini yang saya kutip dari Wikipedia:
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengena.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
Mungkin cerita diatas banyak dialami para remaja-remaja yang sedang mencari cinta sejati dengan pacaran. Setelah kejadian itu saya makin rajin twitteran dan saya banyak-banyak memfollow orang-orang yang ilmu agamanya lebih dalam dari saya.
Dan setelah saya baca-baca TimLine Twitter saya bahwa pacaran itu hukumnya haram.
“Loh, kenapa haram ? bukannya pacaran itu agar kita bisa memilih pasangan yang cocok buat kita ?”
Pacaran itu tidak dibolehkan karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan Dalam Al-Qur’an juga tak ada ajaran pacaran untuk mencari pasangan yang tepat.
“Loh, kenapa haram ? bukannya pacaran itu agar kita bisa memilih pasangan yang cocok buat kita ?”
Pacaran itu tidak dibolehkan karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan Dalam Al-Qur’an juga tak ada ajaran pacaran untuk mencari pasangan yang tepat.
Ada satu peraturan dari Allah yang sering kita lupakan bahwa menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim itu haram. Dan mari kita cocokkan dengan kenapa pacaran itu haram. Bagaimana menurut para pembaca ? mungkin aturan itu sering kita lupakan, apalagi para remaja dan tentunya saya juga, saat ini saya sedang mencoba untuk mematuhi aturan yang sering saya lupakan itu.
Pacaran itu sebenarnya hanya nafsu, kalau memang cinta kenapa tidak langsung menikah ? kenapa takut untuk menikah ? kalau belum bisa menikah lebih baik berpuasalah. Cobalah baca hadits dibawah.
Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (secara fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat meredam (syahwat)."
Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (secara fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat meredam (syahwat)."
Nah, sudah jelaskan kenapa pacaran itu haram. Coba di ingat satu peraturan Allah diatas yang sering kita lupakan, yang diajarkan Rasulullah kepada kita untuk memilih pacaran itu bukanlah pacaran, tetapi yang diajarkan oleh Rasulullah adalah Ta’aruf.
Ta’aruf beda dengan pacaran, coba kita baca pengertian ta’aruf dibawah ini yang saya kutip dari Wikipedia:
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengena.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
Nah, itu lah pengertian dari ta’aruf.
Bagaimana para pembaca sekalian ? apakah masih mau pacaran ?
Lebih takut diejek oleh temen karena gak punya pacar atau takut sama Allah ?
Kalau takut sama Allah, maka laksanakan perintah-Nya dan jauhi Larangan-Nya.
Bagaimana para pembaca sekalian ? apakah masih mau pacaran ?
Lebih takut diejek oleh temen karena gak punya pacar atau takut sama Allah ?
Kalau takut sama Allah, maka laksanakan perintah-Nya dan jauhi Larangan-Nya.
Saya juga sedang berusaha untuk tidak tergoda oleh setan setan yang bisa menjerumuskan saya kedalam dosa maksiat. Mari kita dekatkan diri kepada Allah lebih dekat lagi.
Do’akan saya juga ya, Aamiin….
Do’akan saya juga ya, Aamiin….
Langganan:
Komentar (Atom)

