Selamat datang di blog gue bro

Arsip

Diriku

Foto saya
Probolinggo, Probolinggo/Jawa Timur, Indonesia
Assalamualaikum Wr Wb, school at SMA Negeri 1 Probolinggo

Jumat, 31 Oktober 2014

Pacaran NO!!!



Kenal adalah salah satu tahapan ukhuwah islamiyah, oleh karena itu tak heran jika orang banyak mempertanyakan keputusan menerima lamaran sebeum “kenal”. Pepatah mengatakan: tak kenal maka tak sayang.
Apakah sebelum menikah seseorang harus saling kenal? Jawabannya: ya, harus, meskipun seberapa “kenal”nya, dan apa yang perlu dikenal masih bisa didiskusikan. Jangankan dalam urusan jodoh, memilih teman-pun perlu mengenal lebih dahulu sebelum cukup percaya untuk pergi bersama.
Kecocokan harus ditimbang dengan kadar tertentu dan bahkan untuk aspek latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan yang diistilahkan dengan se-kufu. Tapi yang paling penting diantara itu semua adalah masalah kesamaan pandangan hidup, aqidah dan akhlaq misalnya.
Sayangnya, dalam kebiasaan zaman sekarang yang namanya ajang saling kenal antara dua orang anak muda yang akan menikah adalah lewat hubungan palsu yang namanya pacaran. Mengapa palsu? Sebab seringkali ketika berpacaran kedua insan tersebut tidak memperlihatkan sifat-sifat asli mereka, malah cenderung konformistis, serba setuju dengan apa kata pasangannya. Walhasil “perkenalan”nya menjadi tidak sebagaimana aslinya. Apalagi ketika diwarnai perasaan kasmaran atau jatuh cinta. Seseorang yang sedang kasmaran cenderung berubah dari kebiasaan aslinya. Seorang pendiam bisa tiba-tiba terlihat periang sedangkan seorang yang periang tampak malu-malu kucing.
Kenapa sih mesti pacaran?
Pacaran dalam istilah sekarang adalah: sebuah bentuk hubungan antara sepasang anak manusia lain jenis yang mempunyai ketertarikan hubungan sex.
Pacaran dengan aktivitas pergaulan fisik tanpa norma Islam (sejak pegang-pegangan tangan sampai seterusnya) bukan hanya tidak perlu, bahkan juga tidak boleh atau haram dalam Islam. Sebab Islam melarang zina dengan arti sejak zina hati (melamun, bermimpi dengan sengaja, melihat foto dll tanpa pertemuan fisik), zina mata (melihat langsung, berpandang-pandangan dll) sampai zina badan (sejak pegangan tangan sampai hubungan sex sebenarnya). Meskipun untuk setiap perbuatan tersebut jenis dosa-nya berbeda, tetapi tetap saja semua adalah dosa. Zina badan dalam arti sampai hubungan sex terjadi jelas merupakan dosa besar.

Di sinilah letaknya masalah pacaran.
Jika saling mengenal merupakan sesuatu yang penting, itu tidak berarti pacaran menjadi boleh. Bahkan pacaran dengan sejumlah bahaya dosa jelas merupakan perbuatan yang harus dihindari sebab mengandung ancaman dosa besar.
Lalu bagaimana cara saling mengenal yang diperbolehkan?
Zaman sebelum ada teknologi canggih, para pendahulu kita biasa mengirim utusan ke pihak calon mempelai. Pihak pria mengirim seorang wanita terpercaya untuk “melihat” si wanita yang akan dilamar dan sebaliknya pihak wanita juga mengirim pria terpercaya untuk menyelidiki pria yang akan melamarnya. Untuk batas tertentu keduanya dibenarkan untuk saling melihat fisik. Batasannya adalah sejauh batasanaurat yang boleh dilihat umum (semua tertutup kecuali muka dan telapak tangan). Jika ingin melihat lebih jauh, harus mengirim utusan seperti di atas (wanita melihat wanita dan pria melihat pria).
Itu baru sebatas melihat secara fisik.
Sebagaimana sudah dikatakan tadi, aspek fisik bukan hal terpenting untuk dikenal. Aqidah , akhlaq danfikroh jauh lebih penting sebab itu semua adalah hal-hal yang bersifat lebih menetap dan lebih berpengaruh dalam sikap sehari-hari.
Untuk mengenal dan memahami isi pikiran, aqidah dan akhlaq haruslah dengan cara peninjauan yang berbeda dengan mengenal hal-hal fisik. Untuk ini, selain mengenal langsung, juga lewat referensi.
Misalnya dengan mengirim utusan untuk menyelidiki isi pikiran tersebut, atau dengan cara bertanya secara langsung. Dapat dilihat di tulisan Benteng Terakhir sebelum ini yaitu yang berjudul: Fit and Proper Test.
Mengapakah Fit and Proper Test tentang isi pikiran, aqidah dan akhlaq jauh lebih penting daripada perkenalan fisik?
Jawabannya tergantung dari seberapa dalam seseorang yang ingin berkenalan tersebut memandang hidup ini. Jika ada seorang yang sehari-harinya punya ideologi: “emangnya gue pikirin”, yaitu ideologi cu-ek dan tak peduli makna hidup, dengan keseharian hanya memikirkan dandan (bersolek), kongkow-kongkow (kumpul-kumpul tak bermakna dengan teman-teman) dan hura-hura (semua aktivitas yang berhubungan dengan kesenangan duniawi yang meriah), maka ketika ia ingin berteman dan mungkin juga ketika ingin menikah ia akan mencari teman atau pasangan hidup yang sejenis.
Namun jika ada seseorang yang dengan serius menganggap bahwa hidup ini adalah untuk beribadah, beramal manfaat dan menggapai akhirat, maka ia akan sangat peduli untuk berteman dan apalagi berpasangan hidup dengan yang sejenis. Dan hal-hal seperti ini tak mungkin dikenal hanya dengan sekali lihat penampilan fisik. Penampilan fisik mungkin menipu. Seorang yang berkacamat tebal dan berfoto serius mungkin saja ternyata tukang banyol yang tak pernah berpikir panjang. Sementara mungkin saja seorang dengan pakaian tak ketinggalan gaul (tapi masih sopan) dan percakapan yang tak kuno ternyata lebih mampu lagi bicara panjang dan serius tentang makna hidup dan cita-cita akhirat. Sebab seorang yang ingin menggapai akhirat tak mesti meninggalkan dunia sama sekali.
Bahkan seorang yang beramal cerdas justru sanggup memanfaatkan hidup di dunia untuk optimalisasi pencapaian akhirat, dan itu dengan cara bergaul luas dan berdakwah luas.
Oleh karena itu, fit and proper test sebenarnya tetap berlaku pada setiap orang yang ingin memutuskan untuk menikah, (kecuali yang kawin kontrak untuk sekedar mendapat sepotong surat nikah guna kemudahan imigrasi). Pada dasarnya setiap orang ingin berdekatan dengan yang “sejenis”, se-aliran, se-pandangan. Apapun pandangan hidup yang dianutnya.
Bagi yang mementingkan urusan materi dan “kulit-kulit luar”, maka perkenalan fisik sangat penting, urusan isi pikiran cukup yang dangkal saja. Sebatas apa aliran musiknya, hardrock-kah atau slow machine? Sedangkan bagi yang berpikir mendalam maka isi pikiran dan cita-cita hiudp adalah lebih penting daripada fisik.
Kami sendiri berpandangan yang kedua.

Sebab menurut hemat kami, apa-apa yang sebatas kedalaman kulit dapat berganti dengan cepat, bahkan dengan mudah sirna. Cantik? Maaf ya, jika terlalu banyak ber-make-up maka pada usia 38an tahun sudah butuh face-lift. Jika salah make-up muka menghitam dan butuh jutaan rupiah untuk memperbaiki. Apalagi jika (na’udzubillah) kecelakaan, rusaklah semua. Jika kaya raya adalah ukuran tera-nya, maka credit crunch tempo hari sudah terbukti ampuh memiskinkan sejumlah orang kaya. Yang benar-benar ulet akan bangkit setahun dua tahun lagi, tapi yang tak pandai akan tetap bangkrut. Namun apa yang dihargai dari budi pekerti dan sikap perilaku tak akan terpengaruh credit crunch maupun usia lanjut. Sedangkan yang beraqidah salimah dan akhlaq karimah akan tetap mendampingi kita Insya Allah di SurgaNya. Amin

Selasa, 22 April 2014

Cerita Gak Jelas,

Mau cerita gue broh, enaknya emang di blog, soalnya lebih aman, lebih terhindar dari kata alay. daripada ente semua update status facebook atau twit galau, malah dibilang alay, mending ente ente semua, ngikut ane curhatnya di blog, enak bisa panjang lebar, daripada twitter cuma 140 karakter, gaenaak tuh, emang ngasih pengumuman cuma 140 karakter hahahaa oke deh

ceritanya saat saat genting ane mau ujian nasional, tepatnya tahun 2014. nah entah apa ane tiba tiba nge'DM cewek, nah cewek itu tepatnya adek kelas ane, namanya sih gak perlu di ekspos, soalnya gak penting banget buat ente hahah
pertamanya sih dibales, dibalesnya sopan lagi, nah tambah kepincut deh, akhiranya hari rabu pas selesai UN ane beranikan diri minta nomer hapenya, awalnya sih basa basi dulu hehee
emang sih langsung dikasih, tapi nomer yang dikasih udah mati.. wah ane ditipu nih, belom tau siapa ane hahaha
ternyata dia nge DM lagi, katanya salah nomernya, terus dikasih deh yang bener, malamnya langsung ane sms, ya terus deh, enak juga di aja sms.an.... juga sekali sekali ane selingin gombalan haha, nah klimaksnya tuh pas hari jumat, tepatnya pas selesai jumat'an. dianya bilang pengen nge pump. wah bagus nih coba gue ajak ajah. dan kebetulan ada temen ane namanya candra tuh ngepump juga sama nyonyanya katanya, kan bagus dikira double date kalo ane dateng hahaa. terus dia mau. yess. katanya mau berangkat sendiri. ae iyain aja deh haha.. setelah ane di tempat nge pump tuh. dianya lama banget, akhirnya sms biangnya "tunggu di lobi dong" nah berubung gue gak tahu tuh lobi, gue nanya sama candra apa tuh lobi.. dia njaawab " mboh lali aku " wah akhirnya dengan malunya ane bales aja smsnya, apa tuh lobi hahahaa begitu begoknya ane -_-, terus ketemu gue persilakan duduk, soalnya ngantri nya lama, nah selanjutnya sebagai cowok perhatian, ane pergi cari makanan, terus baliknya dia bilang, pindah aja ya, ke S**** T*****, haha ane iya in aja, biar seneng, soalnya antrinya lama banget, akhirnya candra ikut juga deh, meskipun dia udah beli tuh koin hahaa. sampeknya di TKP langsung deh main, pertamanya sih gue suruh candra yang main sama dia, soalnya gue gak ngerti apaapa ngepump emang begok kali ya, satu lagu habis dianya ngajak, ayo sini, ya ane naik aja tuh, ngikut aja, padahal sama sekali gak bisa, akhirnya sama sama capek, duduk deh berdua, ye senengnya hahaha.. dia cerita cerita panjang lebar, ane dengerin aja, kan cewek emang suka didengerin daripada ngedengerin, bener gak? hahaha... akhirnya pulang jam setengah 4 an.. dan sampai setersnya sms an terus deh, dan tepatnya hari senin dia sama sekali gak bales sms, wah kenapa nih, akhirnya malemnya dia nelpon, tapi ane reject gan sampe 4 kali hahahaa, soalnya ane takut sama orang tua, dikira apaan nanti, akhirnya gue beranikan diri aja ngangkat tapi ngomongnya pelan banget, gatau dianya denger apa kagak, sampai jam 11 telpon telponan dan ternyata mati sendiri, ternyata pulsa ane habis hahaha, yauda gue tidur, untung paginya bisa bangun dan bisa ngucapin selamat pagi ke dia hahahaaaa..

Kamis, 31 Oktober 2013

KUMPULAN HADIST FREE DOWNLOAD



Kumpulan hadist yang free untuk di download


Manfaat mendengarkan dan menjawab ADZAN
Seringkali kita berlaku biasa-biasa saja pada saat adzan sedang berkumandang. Apabila kita sedang menonton TV, kita terus saja sibuk menonton TV. Kalau kita sedang ngobrol, kita teruskan saja obrolan kita. Kalau kita sedang sibuk rapat di kantor, kita teruskan saja rapat tersebut. Jika kita sedang pelatihan, kita teruskan saja acara pelatihan tersebut. Sehingga adzan berkumandang laksana ”anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Padahal sudah barang tentu kalimat adzan tidaklah sama dengan gonggongan anjing.

Kalimat adzan adalah kalimat suci yang mengandung panggilan atau ajakan agar setiap orang yang mendengarnya segera menyambutnya. Ia mengandung ajakan agar kita segera meninggalkan segenap kesibukan duniawi kita untuk memenuhi panggilan Allah Subhaanahu wa ta’aala. Lalu sejenak menyisihkan waktu untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa ta’aaladalam bentuk mengingatNya melalui ibadah sholat.
Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan surga bagi orang yang saat adzan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespons panggilan adzan tersebut. Bukankah ini suatu hal yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muadzin sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. SubhaanAllah...!
Lengkapnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda sebagai berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (مسلم)
“Apabila muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ lalu salah seorang dari kalian menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala ash-Sholah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala al-Falah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ dia menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’ La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’ La Ilaha Illallah, ’ (dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga.” (HR Muslim 2/328)
Bahkan lebih jauh daripada itu, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan akan memberisyafaat kepada siapapun yang sesudah adzan membaca doa yang di dalamnya mengandung permohonan agar Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ditempatkan di al-wasilah (derajat tertinggi di surga). Beliau bersabda sebagai berikut:
إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ (مسلم)
“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-wasilah (kedudukan tinggi) kepada Allah untukku karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barangsiapa memohon al-wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat.” (HR Muslim 2/327)
Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapapun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh-sungguh panggilan adzan saat berkumandang. Menjawabnya kalimat demi kalimat lalu diakhiri dengan mendoakan al-wasilah bagi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Adapun kalimat doa yang dibaca sesudah adzan adalah sebagai berikut:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ
آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ (البخاري)
“Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan, ’Ya Allah Rabb panggilan yang sempurna (adzan) dan sholat wajib yang didirikan, berikanlah wasilah (derajat yang tinggi di surga) dan fadhilah (kedudukan yang mulia) kepada Nabi Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya’; niscaya dia berhak meraih syafa’atku pada hari Kiamat.” (HR Bukhary 2/481)
Maka sudah barang tentu sempurnanya amalan menjawab adzan ini ialah dengan segera berwudhu lalu bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat adzan berkumandang. Ya Allah, terimalah segenap amal sholeh dan amal ibadah kami. Amin.
ESAI DAN ANALISISNYA
Kecemasan Siswa Terhadap Perubahan Sistem Ujian Nasional dan SNMPTN Mempengaruhi Mental Siswa Menuju UN 2013

            Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa. Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP. Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju cita-cita.
Mengingat pelajar SMA tidak mungkin hanya mengandalkan kodisi fisiknya untuk menghadapi ujian nasional. Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi? Tentu saja bukan hanya satu jawaban yang akan di sebutkan. Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing. Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis. Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.
Mengingat banyaknya perubahan-perubahan yang dilakukan untuk UN dan SMNPTN yang secara tiba-tiba berubah secara derastis maka timbulah tingkat kepercayaan diri para pelajar menurun dalam menghadapi UN. Padahal seharusnya para pelajar SMA harus meningkatkan efektifitas belajarnya. Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  




ANALISIS ESAI
TOPIK : Pembicaraan Publik
Pendapat Penulis :

·          Beberapa bulan terakhir ini, beberapa rumor yang beredar tentang perubahan mengenai sistem ujian nasional dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) sering sekali menjadi perhatian siswa
·         Meningkatnya tingkat kesulitan ujian nasional bukan hanya keputusan semata karena ditambah lagi seleksi nasional masuk perguruan tinggi yang menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot lagi-lagi menjadi pertimbangan yang sekaligus membuat siswa pusing.
·         Adanya tingkat perbedaan nilai rapot antara sekolah satu dan sekolah lainnya selalu membuat para pelajar SMA merasa pesimis.
·         Namun, bisa saja terjadi penurunan mental ketika menghadapi UN. Walaupun tingkat kesulitan UN dan SNMPTN menjadi lebih sulit dengan cara tidak bertahap. Tetapi, sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  
·         Lalu akan timbul pertanyaan, sejauh mana para siswa akan menanggapi perubahan sistem ujian nasional dan SNMPTN yang yang terjadi secara bersamaan terhadap pelajar SMA dan apa dampak yang mungkin terjadi?

Fakta :
·         Ujian nasional ini merupakan ujian akhir siswa SMA untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Tidak seperti ujian yang dilakukan untuk siswa SD ataupun SMP ujian nasional khusus siswa SMA sangat menjadi sorotan bagi pelajar SMA karena merupakan langkah akhir dibangku sekolah, oleh karena itu lebih sulit dibandingkan dengan ujian SD dan SMP.
·         Selain itu, hal lain yang sangat di “impi-impikan” oleh siswa SMA yaitu mendapatkan perguruan tinggi negeri yang diinginkan sebagai jembatan menuju cita-cita.
·         Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit. Hal pertama yang akan mendasar adalah adanya peningkatan 20 paket ujian nasional dan tingkat kesulitan soal akan ditambah pada tahun ini. Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
·         Karena pola penerimaan perguruan tingginya 50% SNMPTN, 30% SBMPTN, dan 20% seleksi mandiri. Para pelajar yang sudah pesimis di dalam SNMPTN akan merasa pesimis lagi karena SBMPTN hanya 30% tidak seperti tahun lalu.

Perasaan :
·         Was-was / Cemas : Kecemasan tentu saja datang kepada para pelajar, karena keputusan ini tidak datang secara bertahap tetapi dua keputusan sekaligus membuat para siswa jauh lebih merasa “was-was”.
·         Takut : Sebagaimana yang telah disampaikan di surat kabar maupun di sekolah-sekolah adanya sistem peningkatan yang akan lebih ketat dibandingkan pada ujian nasional tahun 2012, di tahun 2013 ini kan lebih sulit.
·         Optimis : sebaiknya para pelajar SMA harus berfikiran positif terhadap kebijakan yang telah diberikan karena semua itu demi kepentingan pelajar SMA itu sendiri untuk menjadi disiplin.  


Awas, Pacaran Itu Berbahaya!

Saat saya kelas 1 SMA lalu saya sempat suka dengan seseorang wanita yang manis dikelas. Saya sangat suka dengan wanita itu, bahkan saya mengeluarkan uang yang lumayan untuk membeli coklat dan membayarkan buku sekolahnya, itu semua diluar sepengetahuannya. Akan tetapi ternyata dia jadian sama orang lain. Saat itu hati saya lumayan sakit, karena seseorang yang saya cintai pergi dengan orang lain.

Mungkin cerita diatas banyak dialami para remaja-remaja yang sedang mencari cinta sejati dengan pacaran. Setelah kejadian itu saya makin rajin twitteran dan saya banyak-banyak memfollow orang-orang yang ilmu agamanya lebih dalam dari saya.

Dan setelah saya baca-baca TimLine Twitter saya bahwa pacaran itu hukumnya haram.
“Loh, kenapa haram ? bukannya pacaran itu agar kita bisa memilih pasangan yang cocok buat kita ?”
Pacaran itu tidak dibolehkan karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan Dalam Al-Qur’an juga tak ada ajaran pacaran untuk mencari pasangan yang tepat.

Ada satu peraturan dari Allah yang sering kita lupakan bahwa menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim itu haram. Dan mari kita cocokkan dengan kenapa pacaran itu haram. Bagaimana menurut para pembaca ? mungkin aturan itu sering kita lupakan, apalagi para remaja dan tentunya saya juga, saat ini saya sedang mencoba untuk mematuhi aturan yang sering saya lupakan itu.

Pacaran itu sebenarnya hanya nafsu, kalau memang cinta kenapa tidak langsung menikah ? kenapa takut untuk menikah ? kalau belum bisa menikah lebih baik berpuasalah. Cobalah baca hadits dibawah.

Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (secara fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat meredam (syahwat)."

Nah, sudah jelaskan kenapa pacaran itu haram. Coba di ingat satu peraturan Allah diatas yang sering kita lupakan, yang diajarkan Rasulullah kepada kita untuk memilih pacaran itu bukanlah pacaran, tetapi yang diajarkan oleh Rasulullah adalah Ta’aruf.

Ta’aruf beda dengan pacaran, coba kita baca pengertian ta’aruf dibawah ini yang saya kutip dari Wikipedia:

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengena.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Nah, itu lah pengertian dari ta’aruf.
Bagaimana para pembaca sekalian ? apakah masih mau pacaran ?
Lebih takut diejek oleh temen karena gak punya pacar atau takut sama Allah ?
Kalau takut sama Allah, maka laksanakan perintah-Nya dan jauhi Larangan-Nya.
Saya juga sedang berusaha untuk tidak tergoda oleh setan setan yang bisa menjerumuskan saya kedalam dosa maksiat. Mari kita dekatkan diri kepada Allah lebih dekat lagi.
Do’akan saya juga ya, Aamiin….

Selasa, 14 Mei 2013

power point kimia (protein)

Asam Amino dari bu devi :D : <a href="http://www.mediafire.com/view/?5r3vn6iskewdah5"></a>


kelompok dwi ipaf(protein) : &nbsp;<a href="http://www.mediafire.com/view/?hj364qvyck5ezls"></a>

buat anak XI IPA C